Scroll untuk baca artikel
Daerah

Proyek Pengecoran Jalan DD 2025 di Desa Olor Sampang Diduga Mangkrak

Avatar
98
×

Proyek Pengecoran Jalan DD 2025 di Desa Olor Sampang Diduga Mangkrak

Sebarkan artikel ini
Potret pekerjaan proyek pengecoran jalan poros desa di Dusun Baih, Desa Olor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, dikeluhkan warga. (Saman)

LSAMPANG, MaduraPost – Pekerjaan proyek pengecoran jalan poros desa di Dusun Baih, Desa Olor, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang, dikeluhkan warga. Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025 itu diduga mangkrak lantaran hingga kini belum kunjung direalisasikan.

Padahal, menurut hasil Musyawarah Desa (Musdes), proyek tersebut masuk dalam tahap pertama DD 2025. Ironisnya, meski material sudah menumpuk di pinggir jalan, aktivitas fisik sama sekali belum terlihat.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  H Sahid Tokoh Yang Terkenal Sangat Berpengaruh di Kota Sampang Wafat

Mahmud Amin, salah satu warga Desa Olor, menyayangkan keterlambatan tersebut. Ia bahkan kecewa dengan sikap Pj Kepala Desa yang dinilai kurang transparan.

“Proyek ini tidak ada papan informasi publik. Seharusnya dipasang sejak awal agar jelas dan masyarakat tahu kalau pekerjaan itu bersumber dari DD. Tanpa itu, makin kuat dugaan penyalahgunaan anggaran,” tegasnya, Jumat (12/9/2025).

Baca Juga :  Dua Kandidat Pilkades Sana Daja Ditetapakan sebagai Calon Kepala Desa

Mahmud juga meminta agar pekerjaan tetap dilaksanakan sesuai hasil Musdes, yakni pada tahap pertama.

“Kami berharap Pj Kades tidak mengulur-ulur. Dari awal jelas disepakati masuk tahap pertama, jadi harus ditepati,” pintanya.

Sementara itu, Pj Kades Olor, Marju’i, membantah jika proyek dianggap mangkrak. Ia menyebut keterlambatan murni karena faktor cuaca.

“Hari Senin sudah mulai dikerjakan, Mas. Memang agak terkesan lambat karena cuaca akhir-akhir ini tidak menentu,” jelasnya.***

Baca Juga :  Polres Sumenep Satu Malam Tangkap Pengedar dan Pemakai Narkoba di Tempat Yang Berbeda