Scroll untuk baca artikel
Berita

Berwisata Sejarah di Pulau Madura

49
×

Berwisata Sejarah di Pulau Madura

Sebarkan artikel ini
Komunitas jelajah budaya kota toea mengunjungi tempat bersejarah Kampung Belanda Krampon, Kabupaten Sampang, Jumat (15/09/2023).

SAMPANG, MaduraPost – Bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial di Kepulauan Madura, berhasil memikat banyak perhatian komunitas sejarah dan budaya di Indonesia.

Hal ini terbukti dari, sebanyak 40 orang pegiat budaya yang berasal dari Jakarta telah mendatangi satu persatu Kabupaten di Madura hanya untuk mengetahui sejarah belanda pada masa penjajahan, Jumat (15/09/2023).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Diketahui, Kunjungan mereka dijawalkan selama 3 hari, dimulai sejak 15 sampai 17 september. Perjalanan mereka diawali dari Kabupaten Bangkalan dan berakhir di Kabupaten Sumenep.

Baca Juga :  Demo Korupsi Dana Lapen di Sampang, Kompol Sodiq: Saya Pastikan Ada Tersangka Baru

Kartum Setiawan ketua Komunitas ini mengatakan kedatangan ke Madura merupakan salah satu program dari kegiatan mereka yakni jelajah tempat bersejarah.

“Kita peduli terhadap peninggalan bersejarah termasuk di Madura, Perjalanan kita dimulai dari bukit jaddhih di Bangkalan kemudian menelusuri jalur kereta Api atau trem peninggalan Belanda, lalu di lanjut Ke Sampang yakni Rumah Belanda Krampon kemudian ke tempat produksi Garam” Ujarnya, Jumat (15/09/2023).

Baca Juga :  JAJARAN POLSEK KARANG PENANG SAMPANG MENGUCAPKAN SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1441 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Menurut Kartum, Sejarah memiliki value yang bisa memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan Pemerintah daerah sebagai objek atau kunjungan wisata.

“Kami konsen terhadap heritage atau cagar budaya karena dari sini kita bisa belajar proses sejarah dan budaya dibentuk, dan ini menarik bagi wisatawan dengan minat Sejarah”, Ungkap Kartum.

Lebih lanjut, Kartum menjelaskan masa lampau menciptakan sejarah dan membentuk kebiasaan masyarakat sampai saat ini, bahkan bisa jadi meninggalkan dampak baik.

Baca Juga :  Pemdes Tobai Tengah Sampang Salurkan Bantuan Pangan Bulog Tahap II

“Seperti contoh kegiatan Produksi Garam Masyarakat Madura, ini terbentuk dari sejarah yang akhirnya menjadi kebiasaan yang dilakukan hingga saat ini”, Jelasnya.

Kartum menambahkan, Peninggalan sejarah dan cerita didalamnya bisa menjadi destinasi bagi wisatawan jika bisa dikemas dengan menarik sebagai kunjungan wisata.

“kesadaran masyarakat untuk melestarikan cagar budaya dan sejarah sangat penting, tidak hanya itu, keterlibatan pemerintah daerah juga diperlukan untuk melihatnya sebagai potensi Ekonomi, dari sektor pariwisata”tutupnya.

(Red/Wd)