Scroll untuk baca artikel
Daerah

Dugaan Fiktif Dana Desa di Sampang Diprotes Warga

Avatar
×

Dugaan Fiktif Dana Desa di Sampang Diprotes Warga

Sebarkan artikel ini

SAMPANG, MaduraPost – Laporan fiktif Dana Desa (DD) tahun 2019 berupa pembangunan lapangan futsal di Desa Kebun Sareh, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, diprotes warga. Sebab dalam realisasinya, warga tak merasa ada pembangunan olahraga sepanjang tahun itu.

Muhammad Fadil warga setempat menduga, desa kurang transparan dalam membuat laporan DD. Sebab dari beberapa pembangunan yang dilaporkan, satu di antaranya diduga fiktif, yakni pembangunan lapangan futsal senilai Rp 321 juta.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  MH Said Abdullah Bersama Remas Desa Campor Gelar Sosialisai Empat Pilar, Begini Pesannya

“Di laporannya, pembangunan futsal ini di letakkan di Dusun Kebuan. Namun setelah ditelusuri tidak ada,” kata Fadil kepada MaduraPost, Kamis 16 Januari 2020.

Pembangunan lain, kata Fadil, seperti Poskamling, mandi cuci kakus (MCK), dan tembok penahan tanah (TPT), terealisasi. Hanya lapangan futsal yang dilaporkan, tidak diketahui pembangunannya. Fadil menduga desa membuat laporan fiktif.

Baca Juga :  Sumenep 756 Tahun, Fauzi Serukan Hidup Sederhana dan Guyub

Sementara itu, Kepala Desa Kebun Sareh Muidi membantah ada pembangunan DD fiktif di desanya. Sepanjang tahun 2019, pihaknya mengklaim pelaksanaan DD sudah terealisasi semua.

Persoalan pembangunan lapangan futsal, Muidi mengalihkan ke pembangunan jembatan dan tower. Alasannya tanah untuk dibangun lapangan tersebut masih berstatus sengketa. Sehingga anggaran senilai Rp 321 itu dialihkan ke dua pembangunan lain.

Baca Juga :  Pemkab Sampang Akan Bongkar Gedung Dewan Untuk Dibangun Masjid Agung, Ini Tanggapan Ketua DPRD

“Kalau fiktif tidak berani dilaporkan. Dana pembangunan futsal itu sementara dialihkan ke pembangunan jembatan dan tower,” ungkapnya melalui sambungan via telepon.

Muidi mengakui bahwa bennar laporan DD yang dipublikasikan itu tidak diubah. Sehingga pihaknya memaklumi jika ada masyarakat yang menuding, hanya ada laporan tapi tidak ada pembangunan.

“Mestinya yang dilaporkan bukan pembangunan futsal, tapi jembatan dan tower,” singkatnya. (mp/red/rus)