Scroll untuk baca artikel
Agama

Ngaku Islam, Ade Armando Tidak Percaya Syariat Islam Harus Dijalankan

Avatar
17
×

Ngaku Islam, Ade Armando Tidak Percaya Syariat Islam Harus Dijalankan

Sebarkan artikel ini
Ade Armando

NASIONAL, MaduraPost – Pegiat media sosial, Ade Armando mengatakan meskipun ia beragama Islam, tapi ia tidak percaya bahwa umat Islam harus menjalankan syariat Islam.

“Saya beragama islam, tapi saya tidak percaya bahwa umat Islam harus menjalankan syariat Islam,” katanya dalam video berjudul “Mengapa Saya Tidak Percaya pada Syariah” yang tayang di Cokro TV pada Senin (25/10).

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Menurut Ade Armando, ia tidak percaya umat Islam harus patuh pada hukum dan aturan Islam yang baku yang mengatur seluruh sendi kehidupan manusia tersebut.

Baca Juga :  Santuni anak Yatim, Komunitas Jangan Lupa Bahagia Istiqomah Berbagi

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia itu mengaku percaya bahwa Allah menurunkan ayat-ayat-Nya melalui perantara malaikat kepada Nabi Muhammad.

“Namun, saya tidak percaya bahwa di dalam Al-Qur’an, termuat hukum Islam yang harus dijalankan dengan cara yang sama di seluruh dunia di sepanjang zaman,” sambungnya.

Ade Armando, mempunyai pemahaman hukum dalam Al-Qur’an adalah hukum yang merefleksikan kondisi abad ke-tujuh di tanah Mekkah saat ayat itu diturunkan.

Baca Juga :  PJS Wakafkan Puluhan Al-Qur’an di Sampang, Dua Kecamatan di Pantura Jadi Sasaran

Ia mengatakan, pemikirannya itu berbeda pandangan dengan mereka yang percaya kepada penegakan syariah.

“Kalangan penegak syariah percaya bahwa Allah menurunkan sebuah paket hukum Islam yang lengkap di abad ke-7 itu. Bahkan, hukum itu tidak hanya termuat dalam Al-Qur’an, tapi juga dalam ucapan dan perbuatan Nabi Muhammad plus pandangan ulama di abad-abad pertama Islam,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Siapkan Rp150 Juta untuk Pemeliharaan Traffic Light pada 2025

Kalangan penegak syariah disebutnya memiliki gagasan bahwa sumber hukum Islam adalah ayah-ayat Allah dalam Al-Qur’an, ucapan dan tindakan Nabi Muhammad, serta kesepakatan para ulama.

“Seperti yang saya katakan, gagasan itulah yang saya tolak,” tegasnya.

Dilansir : Repelita.com