Scroll untuk baca artikel
Sosial

Kades Montorna Diduga Sewenang-wenang Mengurangi Jumlah Penerima BLT-DD

Avatar
34
×

Kades Montorna Diduga Sewenang-wenang Mengurangi Jumlah Penerima BLT-DD

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi

SUMENEP, MaduraPost – Pemerintah Desa (Pemdes) Montorna, Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga melakukan penyimpangan dan sewenang-wenang mengurangi jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Lantaran pada tahun 2020 yang lalu jumlah penerima bantuan pandemi Covid-19 dari DD itu berjumlah kurang lebih 182 KK, akan tetapi kini hanya tinggal kurang lebih 50 KK.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Baca Juga :  Renovasi Sekolah Dianggarkan Miliaran, CV. Safira Jaya Utama Telat Pasang Papan Nama Proyek, Ada Apa?

Menurut salah warga yang kini tidak lagi menerima bantuan tersebut mengatakan, kalau dirinya sangat merasa keberatan dengan dicabutnya dari penerima BLT-DD itu.

“Jujur mas saya sangat merasa geram dan jengkel yang tiba-tiba saya tidak lagi mendapatkan dana BLT-DD tersebut,” kata dia yang tidak mau disebutkan namanya, Kamis (26/8/2021).

Padahal kata dia, bantuan itu sangat dibutuhkannya dimasa pandemi Covid-19 yang keadaan ekonomi serba sulit.

Baca Juga :  Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sumenep 2024 Diumumkan, Ini Rekapnya

“Mungkin bagi Pak Kepala Desa bantuan itu tidak ada apa-apanya, tapi bagi saya dan yang lainnya sangat besar di masa-masa sekarang,” kesalnya.

Sementara itu salah seorang Tokoh Masyarakat (Tomas) sebut saja Achmad menegaskan kalau dirinya akan menindaklanjuti hal itu ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep.

“Dalam hal ini mas, saya akan segera menindaklanjuti ke DPMD Sumenep, karena saya merasa ada sesuatu yang janggal. Kasihan warga yang awalnya menerima sekarang tidak lagi menerima bantuan tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga :  Jelang Tahun Baru, Slamet Ariyadi Sambangi Warga Sampang Salurkan Bantuan Sosial

Sampai berita ini ditayangkan belum ada konfirmasi dari Kepala Desa Montorna Junaidi. Sebab berkali-kali dihubungi via WhatsApp-nya Junaidi tidak meresponnya.