Scroll untuk baca artikel
Daerah

Doa Gubernur dan Bupati untuk Pesantren Tertimpa Longsor di Pamekasan

Avatar
36
×

Doa Gubernur dan Bupati untuk Pesantren Tertimpa Longsor di Pamekasan

Sebarkan artikel ini

PAMEKASAN, MaduraPost – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam mendoakan lembaga pesantren Anidhomiyah di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, menjadi lembaga yang maju berkembang.

Hal tersebut disampaikan pada saat Gubernur Khofifah meninjau langsung lokasi bangunan tertimpa longsor.

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

Khofifah memberi motivasi dan nasehat kepada pimpinan lembaga K. Muhaidi agar sabar dan tabah. Begitu juga disampaikan oleh Bupati Baddrut Tamam.

Baca Juga :  Material Proyek JLS di Sampang Merusak Lahan Pertanian Warga

“Keluarga dan Pengasuh semoga diberi ketabahan, serta lembaga di sini dapat maju dan lebih berkembang,” doa Gubernur Khofifah.

Sementara Bupati Baddrut menyebutkan musibah longsor yang menimpa lembaga dan lima seorang santri putri meninggal disebut musibah semua warga Pamekasan.

“Ini musibah tidak hanya untuk Yayasan Anidhomiyah, tapi musibah kita bersama,” kata Baddrut dalam keterangannya kepada wartawan.

Ke lokasi, orang nomor satu di Jawa Timur itu didampingi Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar, Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf Tejo Baskoro, dan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam.

Baca Juga :  Begini Cara Santri PPMU Panyeppen Memperingati Hari Santri Nasional 2022

Sebelumnya, lima seorang santri putri di Ponpes Anidhomiyah di Desa Bindang, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, meninggal tertimpa bangunan akibat diterjang longsor.

Kelima santri tersebut di antaranya, Robiatul Natwiyah (14) warga Sampang, Santi (14) warga Jember, Nabila (13) warga Sumenep, Nor Aziziah (13) warga Jember, Sitti Qomariah (17) warga Jember. Sementara satu santri lain Nurul Qomariah (15) mengalami patah tulang.

Baca Juga :  Sejumlah Kantor Dinas di Sumenep Tinggal Staff, Ini Penyebabnya

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Rabu (24/2) sekitar pukul 00.30 WIB dini hari. Sedikitnya bangunan penginapan dihuni 47 orang santri putri. Sementara posisi bangunan berada di sekitar tebing dengan tinggi kurang lebih 30 meter.

(mp/red)