Harapan dari Tanah Tembakau: Kolaborasi Petani, Pengusaha, dan Bea Cukai di Tengah Krisis
Foto: Dokumentasi Madura Satu
<p>PAMEKASAN, Madura Pos | Di tengah terpaan badai ekonomi nasional, secercah harapan justru tumbuh dari barisan tanaman tembakau di timur Pulau Madura. Di sana, petani-petani kecil seperti M. Zaini dari Kecamatan Pegantenan perlahan melihat titik terang di balik kesulitan yang telah lama membelenggu mereka.<p><p>Zaini dulunya hanya bisa pasrah. Harga tembakau yang dipanen sering tak sebanding dengan biaya produksi, apalagi jika harus melewati perantara yang menentukan harga sepihak. Tak jarang, ia harus menunggu berminggu-minggu tanpa kepastian pembeli.<p><p>Namun situasi mulai berubah pada akhir 2024. Sekelompok pelaku usaha rokok lokal mulai turun langsung ke kebun-kebun tembakau. Mereka tak sekadar membeli hasil panen, tapi juga menjalin hubungan kemitraan jangka panjang dengan petani.<p><p>“Mereka datang ke tempat kami, beli langsung dengan harga lebih manusiawi,” ujar Zaini. Lebih dari itu, para pengusaha ini juga memberi pendampingan: mulai dari penyediaan bibit unggul, teknik pengolahan, hingga bantuan modal dan alat produksi.<p>
Editor: Admin
Halaman