"Kami ingin menyampaikan beberapa persoalan yang ada di kota gerbang salam ini, mulai dari maraknya peredaran Narkoba, Galian C ilegal, dugaan pungli pembuatan SIM, dan dugaan pembuatan surat-surat mobil bodong," kata Samsul dalam orasinya di halaman Polres Pamekasan, Selasa 27 Mei 2025.

Dalam penerbitan administrasi kendaraan bodong itu diduga melibatkan oknim APH berinisial D, bekerjasama dengan terduga pelaku inisial P Dan A.

"Ditambah lagi dengan maraknya penangkapan pengedar narkoba di Pamekasan, akan tetapi beredar kabar dalam BAP diduga pengedar diturunkan statusnya menjadi pemakai, bahkan muncul dugaan ada yang dilepas," ungkapnya.

Mantan aktivis PMII Jawa Timur tersebut menyampaikan bahwa dari beberapa serangkain peristiwa itu forkot mendukung penuh Polres Pamekasan untuk menindak oknum-oknum nakal yang berani melawan hukum dan kode etik.