Selain itu, Khairul Kalam meminta Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto bisa menurunkan harga cukai rokok yang saat ini mencekik para produsen rokok lokal yang ada di Madura.

Hal itu disampaikan Khairul Kalam menjawab fenomena maraknya penangkapan rokok ilegal oleh Bea Cukai yang diduga berasal dari Madura.

"Ketika harga pita cukai rokok melambung tinggi, maka produsen rokok di Madura yang baru merintis menjerit. Akhirnya marak peredaran rokok tanpa cukai yang berasal dari Madura," Tambah Khairul.

Maka dengan menjadikan Madura sebagai kawasan ekonomi khusus produksi rokok, pihaknya berharap agar harga pita cukai rokok untuk pruduk rokok lokal di Madura juga ada perbedaan, tentu dengan harga tebus pita cukai rokok yang lebih murah.