Kemunculan buaya di wilayah yang bukan habitat alaminya memicu berbagai pertanyaan. Beberapa ahli herpetologi menduga bahwa buaya tersebut adalah buaya muara (Crocodylus porosus), jenis yang umum ditemukan di perairan Indonesia.
Namun, ciri-ciri fisiknya yang terekam dalam video juga menunjukkan kemungkinan bahwa itu adalah buaya sepit (Tomistoma schlegelii), spesies langka yang masuk dalam daftar terancam punah.
"Buaya sepit biasanya ditemukan di rawa-rawa dan sungai di Sumatra dan Kalimantan, tetapi bisa saja muncul di Jawa akibat perubahan habitat," ungkap seorang peneliti satwa liar dari Universitas Airlangga.
Viralnya video penampakan buaya ini telah menarik perhatian banyak warga yang datang ke Sungai Tangkel untuk melihat langsung.
Namun, hal ini justru meningkatkan risiko, baik bagi manusia maupun satwa liar tersebut.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak mendekati sungai hingga situasi lebih jelas," kata Kapolsek Burneh.
"Selain itu, kami juga merekomendasikan pemasangan papan peringatan agar warga tidak sembarangan beraktivitas di sekitar sungai," katanya.
Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup setempat juga tengah mempertimbangkan langkah konservasi untuk menangani keberadaan buaya ini, termasuk kemungkinan evakuasi ke habitat yang lebih sesuai.
Kemunculan buaya di Sungai Tangkel menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.