“Kopel memberi alasan, kalau yang dipersoalkan hanya karena tidak ada technical meeting (TM), lalu kenapa kegiatan tahun sebelumnya tidak diprotes. Padahal aturan lomba tahun lalu dan tahun ini relatif sama,” ujarnya.

Sukkur menambahkan, pihaknya tetap membuka ruang evaluasi demi perbaikan ke depan. Menurutnya, penyelenggaraan HUT RI adalah momentum kebersamaan, sehingga kritik dan masukan dari masyarakat akan dijadikan bahan evaluasi agar perayaan berikutnya lebih meriah dan transparan.

Sebelumnya, perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, tercoreng oleh dugaan ketidaketisan panitia dalam penentuan juara lomba gerak jalan pada tingkat SMP, SMA dan Umum.

Pasalnya, sejumlah lembaga pendidikan yang keluar sebagai pemenang ternyata berasal dari luar wilayah Pasean, di antaranya SMK Bustanul Ulum, SMK Putra Bangsa, dan MA Bustanul Ulum yang berlokasi di Kecamatan Waru.