Ia mengaku sudah beberapa kali berpikir untuk melaporkan kondisi tersebut, namun masih bingung ke mana harus mengadu dan apakah tiang tersebut memungkinkan untuk dipindahkan oleh pihak PLN.
“Saya tidak tahu prosedurnya, tapi saya mohon pihak PLN bisa bantu memindahkan tiang ini demi keselamatan kami sekeluarga. Apalagi ini rumah satu-satunya yang saya miliki,” tambahnya.
Selain membahayakan secara fisik, tiang tersebut juga menghalangi nilai estetika dan kenyamanan rumah. Keluarga Sugik pun berharap pemerintah desa atau pihak terkait segera turun tangan melakukan pengecekan dan membantu mencarikan solusi terbaik.
Kekhawatiran Sugik bukan tanpa alasan. Sejumlah kasus tiang listrik yang roboh saat musim hujan dan menyebabkan korban jiwa pernah terjadi di beberapa wilayah lain. Hal itu menjadi alasan kuat baginya untuk meminta perhatian dari instansi terkait.