Pada periode 2019-2024, Halili sempat menjadi anggota dewan biasa, namun di pertengahan masa jabatan, tepatnya pada 2022, ia kembali dipercaya untuk memimpin DPRD Pamekasan.

"Saya berkomitmen sejak awal menjabat untuk tidak melanggar aturan yang telah disepakati bersama, karena itu dapat berpotensi melanggar aturan lainnya," tegasnya.

Halili juga menekankan pentingnya transparansi dan integritas dalam pengelolaan anggaran. Ia sering mengingatkan anggotanya untuk tidak terlibat dalam mark-up atau manipulasi anggaran.

"Anggaran harus dikelola dengan kegiatan yang esensial, bukan sekadar seremonial. Misalnya, acara gebyar batik yang menyerap anggaran besar namun minim dampak pada perekonomian masyarakat, harus dievaluasi," katanya.