Ia menyoroti bahwa dalam lima tahun terakhir, Pamekasan membutuhkan penanganan serius dibandingkan kabupaten tetangga.

"Teman-teman media bisa menilai sendiri, karena kami tidak bisa menghakimi. Tentu itu berdasarkan data statistik yang ada di berbagai lembaga. Kami berdiskusi dengan teman-teman PAN secara politik, juga terkait dengan tren elektabilitas PAN dari Pemilu ke Pemilu dan dari Pilkada ke Pilkada. Diskusi ini menjadi komitmen bersama," jelas Awiek.

Momen pengembalian formulir ini tidak hanya menandai langkah awal Baidowi dalam persiapan Pilkada 2024, tetapi juga menunjukkan potensi koalisi yang kuat antara PPP dan PAN untuk menciptakan perubahan signifikan di Pamekasan.***