Dalam beberapa tutur, Dempo Awang digambarkan sebagai tokoh yang ingin merebut Sumenep, menciptakan konflik dengan Raja Sumenep Joko Tole.
Cerita rakyat mengisahkan pertempuran epik, dimana Joko Tole mengendarai kuda terbang dan Dempo Awang dengan kapalnya, menggambarkan pertarungan antara dua kekuatan besar.
Baca Juga:Breaking News ! Aliansi Masyarakat Pamekasan Bergerak, Tuntut Pilkades 2023 Segera Digelar
Menariknya, di pinggiran Desa Dempo terdapat Gunung Kapal di Desa Lebeng Barat, Pasongsongan.
Gunung ini bukan hanya formasi alam biasa, melainkan diyakini sebagai saksi bisu pertempuran antara Dempo Awang dan Joko Tole.