Pindah ke Jakarta pada tahun 1971, Wahib terlibat dalam berbagai diskusi intelektual yang memunculkan ide-ide revolusioner tentang Islam dan kehidupan sosial.

Namun, takdir berkata lain. Pada usia yang relatif muda, 30 tahun, Wahib meninggal dalam sebuah kecelakaan. Namun, warisannya dalam pemikiran Islam dan sikap humanistik tetap dikenang.

Melalui kehidupan dan pemikirannya, Ahmad Wahib mengajarkan pentingnya sikap humanis, toleran, dan sadar akan pluralisme.

Ide-ide revolusionernya tentang Islam mengingatkan kita akan pentingnya terus-menerus mempertanyakan dan memahami kebenaran, serta menemukan citra Islam yang sejati.