Dia menjelaskan meski PPP dan Perindo berada diangka 4 persen tapi masih ada potensi untuk tidak masuk DPR, jika mesin partainya tidak bergerak secara maksimal pada hari H pemilihan, sebab angka 4 persen tersebut masih dalam margin of error.
“Posisi PPP dan Perindo ini rawan terdegradasi karena masih dalam margin of error, kedua partai itu bisa terdepak oleh partai baru jika tidak memaksimalkan sisa waktu yang ada sebelum pencoblosan ini,” ungkapnya.
Lanjut Hadi memaparkan dua partai baru itu adalah Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan juga Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) yang membuntuti di bawah dengan elektabilitas PSI sebesar 3,1 persen dan PKN 2,3% persen.
“PSI adalah partai non parlemen yang angka di bawah 4% tapi berpotensi untuk bisa lolos parliamentary threshold karena ada potensi kenaikan menjelang hari H Pemilu 2024,” ucapnya.