Sementara Sampang dan Bangkalan sebagai daerah ujung paling barat Madura kultur bahasanya cenderung sedikit kasar. Sehingga dari dua kompenan tersebut, Pamekasan bisa jadi penyambung dari dua kulturisasi tersebut.

2. Punya Bangunan Keresidenan

Bangunan keresidenan di wilayah Kota Pamekasan tidak bisa diremehkan. Ini adalah wujud kedaulatan daerah jika Pamekasan dahulu pernah menjadi bagian dari penyanggah administrasi pemerintahan.

Sementara keresidenan sendiri adalah tempat administratif daerahsebagai kepanjangan tangan Gubernur Jawa Timur. Di Madura keresidenan ada di Pamekasan yang sekaligus mengordiniar tiga kabupaten lain.

Bahkan dalam sejarah, keresidenan tersebut dibangun sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Hindia Belanda sebelum kemerdekaan Indonesia.

1950-an keresidenan itu dilepas. Kediaman itu kemudian dikenal sebagai "Kepanjangan Tangan Gubernur". Istilah ini sudah tidak digunakan lagi, namun ungkapan “bekas kediaman atau eks” yang masih digunakan secara informal.

Kemudian muncul nomenklatur baru yaitu Badan Koordinasi Daerah (Bakorowil) yang berada di bawah Pemerintah Provinsi. Kepala Bakorwil tidak memiliki kekuasaan otonom dan administratif karena perannya hanya mengkoordinasikan hal-hal tertentu dengan Gubernur.

3. Eks Markas Polwil

Eks Markas Kepolisian Wilayah (Polwi) di Jalan Raya Nyalaran sebagai bukti sejarah bahwa Pamekasan dahulu pernah dijadikan kantor keamanan negera dalam mengordinir keamanan di empat kabupaten di Madura.