"Baik tiga pasangan maju, Insya Allah menurut kalkulasi kami, beliau akan masuk pada puturan kedua, dan waktu puturan kedua kita lihat, pasangan ketiga yang kalah pada puturan pertama, akan bergabung ke siapa, baik calon A atau B, yang kalah pasti akan bergabung ke Prabowo," ungkap Yusril.

Begitu juga sebaliknya jika di Pilpres 2024 nanti ada dua pasangan calon, berarti ada pihak ketiga yang bakal jadi calon presiden gagal. Calon yang gagal ini, Yusril lagi-lagi memprediksi tidak akan mendukung atau merapat ke pihak sebelah, melainkan akan mendukung dan merapat ke Prabowo.

"Begitu juga kalau sejak awal ada dua pasangan, berarti ada pasangan ketiga yang gagal untuk maju sebagai calon presiden. Pengikut pasangan yang gagal ini, akan lari kemana, kami kalkulasi tidak mungkin lari ke sebelah, pasti akan lari ke Prabowo," tuturnya.***