HMI banyak melahirkan sepak terjang sejarah dari berbagai momentum penting di Indonesia. Di antaranya pada era kemerdekaan (1947-1950-an). Disini HMI aktif menjadi bagian dan mempertahankan NKRI dari ancaman disintegrasi dan agresi militer Belanda.

Kemudian masuk pada era orde lama (1950-1965). Disini HMI menjadi oposisi terhadap dominasi komunisme di kampus-kampus dan ikut menentang PKI. HMI menolak rencana pembubaran yang diajukan oleh Presiden Soekarno karena dianggap terlalu dekat dengan Barat.

Setelah itu, di era orde baru (1966-1998). Banyak kader HMI yang masuk ke pemerintahan dan birokrasi, berperan dalam pembangunan nasional.

HMI juga melahirkan tokoh-tokoh kritis yang menentang praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di masa Soeharto.

Dan terakhir, pada era reformasi (1998-sekarang). HMI menjadi bagian dari gerakan reformasi yang menuntut perubahan demokrasi di Indonesia.