Konteks bahwa guru adalah pusat ilmu yang menjadikannya berada di atas murid, sehingga yang disampaikan guru menjadi fatwa bagi murid. Terbayangkan akibatnya jika yang disampaikan adalah konsep lama yang harus diperbarui karena adanya penyesuaian dan perubahan peraturan.
Hal seperti ini banyak kita temui didunia pendidikan (read. sekali lagi ini oknum), tidak mudah untuk memberantas akar masalah ini, butuh usaha sadar secara mandiri untuk menyesuaikan kemampuan personal yang selaras dengan kurikulum. menjadi pemimpin pembelajaran yang dimulai dari hal kecil, dengan memulai dikelas sendiri. Kehadiran guru dalam lingkungan pendidikan adalah untuk menyamakan misi bukan untuk mengunggulkan diri. menjadi guru yang peka terhadap lingkungan pendidikan sejatinya adalah bagian dari merdeka belajar. Merdeka dalam artian dapat memberikan ruang belajar yang sesuai kehidupan murid serta menyajikannya sesuai porsinya. memahami emosional murid bukan serta merta mengajar dengan emosi karena beban administrasi yang tidak bisa dihindari.
Perjalanan Merdeka Belajar yang dapat kita maknai dengan kemauan dan kemampuan logika berfikir untuk membuat keberadaan sekolah dirindukan oleh muridnya sehingga tercipta pendidikan yang tepat sasaran bukan jalan ditempat.