“Di era transformasi digital, setiap informasi meninggalkan jejak. Kami hadir agar setiap jejak yang tertinggal adalah jejak kebenaran dan keadilan,” ujar Bramada dalam sambutannya.

Ia menambahkan, JDN diharapkan tidak hanya menjadi media informasi, tetapi juga sarana edukasi agar masyarakat memahami hak dan kewajibannya sebagai warga negara.

“Pembaca JDN tidak sekadar mengonsumsi berita, tetapi juga memahami konsekuensi hukum dari setiap aktivitas digital,” tegasnya.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi JDN, Arju Herman, menekankan bahwa integritas jurnalistik menjadi prinsip utama dalam kerja redaksi. Menurutnya, di tengah maraknya berita instan, akurasi dan verifikasi harus tetap menjadi panglima.