Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas makanan yang didistribusikan. Standar gizi dan kebersihan harus menjadi prioritas agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat program nasional yang didorong Badan Gizi Nasional (BGN).

“Jangan sampai ada makanan basi diberikan ke masyarakat. MBG harus tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat,” pesannya.

Hingga saat ini, tercatat 30 dapur MBG sudah beroperasi di Sampang, dengan 45 dapur lainnya menunggu peresmian. Sementara kebutuhan total dapur MBG di kabupaten tersebut diperkirakan mencapai 93 titik.

Kepala Mitra SPPG Yayasan Kemas, Bahrul Ulum, mengungkapkan bahwa dapur MBG yang ia kelola menyasar sekitar 3.025 penerima manfaat, mulai dari siswa sekolah, ibu hamil, balita, hingga ibu menyusui.