“Media penetasan telur maggot ini cukup mudah bapak ibu, tinggal disiapkan ember atau baskom yang diisi oleh dedak dan diberi air dengan konsentrasi 70% sebagai makanan pertama mereka saat menetas”. Kata Aring.

Aring juga menambahkan penjelasan bagaimana cara memberi makan maggot “cara memberi maggot makan cukup sederhana, tinggal taruh sampah organik di media maggot tersebut. Namun perlu diperhatikan bahwa saat maggot belum berumur 4 hari, maggot lebih efektif memakan sampah organik yang sifatnya basah atau lembut, nanti waktu sudah berumur 4 hari maggot sudah siap mengolah segala jenis sampah organik. Dan juga perlu diperhatikan oleh bapak ibu sekalian bahwa kefektivitas maggot dalam mengolah sampah juga tergantung dari banyaknya jumlah maggot itu sendiri, yang mana ini berarti bahwa semakin banyak maggot yang dipelihara, juga semakin cepat maggot mengolah sampah” lanjut Aring seraya menjelaskan.

Nurul selaku bendahara kelompok 28 juga menyetujui program ini dikarenakan biaya yang dikeluarkan dari program ini terbilang cukup murah. Hanya dengan mengeluarkan uang sekitar 10-15 ribu saja bisa membeli telur maggot. Dan pembelian telur maggot sendiri bisa dicari di Platform Online Shop.

”Program ini baik karena bisa menjadi solusi untuk mengolah sampah organik, dan warga juga sangat antusias dengan program ini. Terlebih lagi, maggot bisa dijadikan pakan ternak. Semoga program ini bisa menjadi amal jariyah bagi kalian di masa depan” kata Prof.Dr.Bambang Haryadi, S,E., M.Si., Ak selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).