Saat ini saja, lanjut Royhan Iqbal, bahkan dari tahun sebelumnya masyarakat Pamekasan utamanya para petaninya sengsara karena sulitnya pupuk. Hal itu, kata Royhan, karena tidak adanya kebijakan dan tindakan yang konkrit dari Bupati.

"Mana peran Bupati Baddrut Tamam saat seperti sekarang ini masyarakatnya atau para petani menjerit sengsara karena sulit mendapatkan pupuk. Berarti kan "caca mololoh (ngomong doang)" Bupati ingin mensejahterakan para petani dalam janji politiknya itu," teriaknya.

Sementara Imam yang juga merupakan Orator dalam aksi demo tersebut mengatakan, kalau selama ini masyarakat sudah disuguhi lelucon hebat oleh Bupati Baddrut Tamam yang berjanji akan mensejahterakan masyarakat petani.

"Para petani Pamekasan hari ini sedang menangis, menjerit Pak Bupati, jeritan para petani itu akibat gonggongan dan tindakan para Srigala, Mana janji-janji Pak Bupati itu?, mana perannya Bupati," teriak Imam.