"Saya Pak, nama saya Fadil. Satu, Ketuhanan yang Maha Esa. Dua, Kemanusian yang adil dan beradab. Tiga, Persatuan Indonesia. Empat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Lima, Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," baca fadil dengan fasih dan lancar, dilanjut oleh rekan lainnya.
Menurut Ali, dengan ini secara tidak langsung sudah mendidik wawasan kebangsaan sejak dini pada anak-anak.
"Secara spontanitas, saya tes hafal apa tidak Pancasila, ternyata banyak yang hafal," ucapnya puas.
Jangan lihat imbalannya, kata Ali melanjutkan, itu tidak seberapa, cuma jajanan sekolah sebagai penyemangat saja. Tentu, kata Ali, dibalik itu ada makna yang sangat dalam yang bisa dipetik.