PAMEKASAN, MaduraPost - Pagelaran Musabaqoh Tilawatil Qur'an (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi di Kabupaten Pamekasan, Madura Jawa Timur telah selesai pada (11/11) kemaren. Namun hal itu hingga kini masih menyisakan pro dan kontra ditengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat setempat, Senin (15/11/2021).

Salahsatunya adalah persoalan tidak adanya dana khusus, pembinaan khusus dan pelatihan sebelum lomba yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kabupaten Pamekasan kepada setiap kontingennya.

"Pemerintah Kabupaten Pamekasan lebih konsentrasi acara seremonial dan branding, apa sebenarnya lupa bahwa lomba juga harus dibiayai, mulai dari tahap seleksi dan persiapan untuk jadi juara, Pamekasan Hebat...Hebat...Hebat," kata akun Facebook Abd Baseeth Al Faroby dalam postingannya, pada (18/11) lalu.

Dalam postingan Facebooknya juga, akun Baseeth Al Faroby menyatakan kalau Pamekasan Hebat, berani berdiri sebagai tuan rumah MTQ XXIX tersebut dan menjadi juara ke 3 besar.

"Sungguh luar biasa kekaguman kami pada Kabupaten Lamongan, Pemkab Lamongan berani mengeluarkan dana untuk pembinaan dan persiapan matang untuk meraih juara. Kontingen Lamongan ternyata lebih matang ya? Lamongan emang jempolan," ujarnya.