Saat ditanya oleh awak media, mengapa hanya 18 kabupaten di jatim yang bisa mengikuti pelatihan bercocok tanam Porang tersebut, pihaknya menjelaskan bahwa di 18 kabupaten yang disebut, terdapat sulfur tanah beserta lahan hutannya yang cukup. Karena prinsipnya Partai NasDen, diminta untuk tidak merubah alih fungsi lahan.
“Petani jagung ya tetap menjadi petani jagung, petani padi tetap menjadi petani padi. Tetapi NasDem ingin Lahan yang kosong dan berdempetan dengan hutan itu difungsikan sebagai menanam Porang agar lebih ekonomis. Karena porang itu mudah dan bisa tumbuh di lereng hutan,” ungkapnya.
Tidak sebatas memberikan pelatihan terkait cara bercocok tanam, partai besutan Surya Paloh itu juga melakukan pendampingan terhadap petani untuk memberikan edukasi tentang bibit yang bagus serta lahan yang dinilai cukup baik untuk ditanam.
Pria yang akrab dipanggil Valen itu mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan menjembatani pembelian hasil panen petani, agar petani tidak kebingungan untuk mendistribusikan atau menjual hasil panen Porang yang sudah ada.