Ke depan, kata Qodri, Bandara Trunojoyo Kelas III Sumenep masih mempunya tugas yang banyak. Utamanya di masa pandemi Covid-19 yang dinilai sangat memberikan pukulan keras bagi transportasi, khususnya di bidang penerbangan.

"Sama-sama kita ketahui sejak bulan April tahun 2020 kemarin, penerbangan kita tidak bisa direalisasikan, dan sampai saat ini pihak maskapai belum ada rencana pasti untuk penerbangan komersil," akuinya.

Meski begitu, saat ini penerbangan perintis tujuan Sumenep-Bawean sudah kembali di operasikan. Kemudian, rute penerbangan Sumenep-Pagerungan juga dalam usaha pengoperasian kembali.

"Kita mendukung Bandara yang di Pagerungan untuk bisa kembali mengoperasikan dan memberikan pelayanan pada penerbangan," tukasnya.