"Kami menyalurakn apa yang telah diperintahkan Kades. Kades setiap bulanya yang menyuplai ke toko. Jadi apa yang telah dikirim kades ke toko, itu yang kami salurkan ke KPM," tutur agen bernama Nur Hasiyah.
Akibat pengedalian kades, KPM pada bulan Juli hanya dikasih telur 15 butir dan beras 15 kg. Itupun bukan beras merk paten atau beras yang tidak ada UDnya, namun masuk katagori Premium.
Setiap pendistribusian ke KPM, kades diduga meraup keuntungan setiap bulannya berkisar di angka Rp 10 juta.
Hinga saat ini, langkah Dinsos ataupun Bank BNI belum nampak keberpihakan terhadap warga miskin. Sebab mereka sebagai para oknum bejat di tingkat desa, tetap tidak ada beban moral dengan menyalahi pedum.