Indikasinya bisa dipastikan keuntungan kades setempat setiap bulannya. Pertama dari tidak sesuainya harga, kedua beras yang di salurkan tidak jelas mereknya atau UD.
Artinya kades tersebut bisa jadi memproduksi sendiri dan menjadikan beras tersebut level premium sehinga KPM di desa tersebut dimamfaatkn oleh kades setempat.
Baca Juga:Ditengah Pandemi Virus Corona, Pengunjung dan Penjual di Pasar 17 Agustus Tidak Menggunakan Masker
Dalam hal ini peran Tenaga kesejahteran sosial kecamatan (TKSK) sebagai tangan panjangnya Dinsos di pertanyakan, sudah kah memihak ke KPM atau ke kepala desa setempat.