PAMEKASAN, MaduraPost - Bidan desa di wilayah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dipaksa kritis melawan Desa" class="inline-tag-link">kepala desa yang sering memanfaatkan anggaran Posyandu.

Padahal program tersebut sejatinya secara teknis diketahui bidan. Hal tersebut disampaikan oleh Aktivis LSM KPK Nusantara Fatholla.

Belakang Fatholla sering mendapatkan kabar jika bidan desa kalah kekuatan dengan Desa" class="inline-tag-link">kepala desa jika menyoal seputar anggaran yang direncanakan.

Akibatnya bidan pun manut meski terkadang dalam kegiatan Posyandu, bidan harus menyisakan uang kantong pribadi.

Salah satu contohnya adalah kader Posyandu sering diberi jatah honor yang tidak setimpal. Parahnya ada yang tidak diberi meski hanya sepeserpun.