Hal itu dilakukan, agar para pengunjung alias wisatawan yang datang bisa lebih nyaman menikmati fasilitas yang tersedia dan terus bertambah.
“Perlu diketahui, pemandian sumber belerang desa ini sejak dulu memang selalu ramai pengunjung. Mereka datang ke pemandian tersebut untuk mandi dan menikmati pemandangan yang masih asri," cerita Prayitno.
Untuk diketahui, konon, air belerang yang keluar secara alamiah sejak tanggal 3 Mei 1962 itu dipercaya bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit.
(Mp/al)