"Tidak hanya itu, tempat parkirnya tidak jelas, sehingga pengunjung pasar memarkir kendaraan sembarangan," jelasnya.

Sementara itu, Ketua JCW Sampang, H.Tohir menyayangkan, bahwa pemeliharaan pagar pasar hewan tidak jelas dan juga pengeloaannya terkesan amburadul, padahal pasar tersebut sudah tergolong pasar besar, karena banyak pedagang sapi dari luar yang berjualan dan membeli hewan.

"Kami mempertanyakan pemeliharaan pagar dan juga pengelolaan dipasar hewan sampang ini, dan sejauh mana retribusi dari pasar hewan baik parkirnya untuk meningkatkan PAD kabupaten Sampang," kata H. Tohir.

"Saya yakin, kalau semua sektor tatanannya bagus, insya allah Kabupaten Sampang akan menjadi barometer kebupaten lainnya di Madura," tandasnya. (Mp/man)