"Satu pesan moral yang ingin harus sampaikan, bahwa redupnya idealisme dan heroisme kejaksaan dalam membumihanguskan para koruptor, maka semakin banyak generasi pejabat-pejabat yang korup," pungkasnya.
Perlu diketahui, dalam prose pengadaan Mobil Sigap telah menelan anggaran sekitar Rp 35.7 miliar dengan rincian 1 unit Mobil Sigap dianggarkan Rp 198.000.000,- untuk interior sebesar Rp 7.000.000,- dan branding mobil batik sebesar Rp 4.000.000,-.
Lintas NGO yang tergabung dalam dalam aksi tersebut adalah LSM Komunitas Monitoring dan Advokasi (KOMAD), Front Aksi Massa (FAMAS), GEMPAR, Central PKL Pamekasan, FORMAASI, GEMPA, DPD Pemuda LIRA Pamekasan, TROPONG dan BMM. (Mp/nir/rus)