PAMEKASAN, MaduraPost - Sebelumnya beredar informasi pada hari minggu (01/11/2020 ada warga Pamekasan bernama Ahmad Mono (62), yang terlantar di Kota Medan, Sumatera Utara, harus hidup terlunta-lunta setelah memutuskan merantau sejak 40 tahun lalu.

Kabar menyedihkan tersebut menyebar di facebook, group whatsapp, dan youtube. Selama ini Ahmad Mono tinggal di area kuburan di Kota Medan, karena tidak mampu untuk menyewa rumah, bahkan untuk makan sehari-hari saja sangat kesulitan.

Nasib mujur bagi Ahmad Mono hari ini Sabtu (14/11/2020) bisa kembali bertemu dengan Ibunya dan Saudara-saudaranya atas bantuan Relawan Kemanusian Pamekasan dan Relawan Kemanusian Medan (Firul TV) yang menampung Bapak Mono di Medan selama 5 bulan.

Kepulangan Pak Mono atau Pa'ong didampingi seorang Relawan Kemanusian Medan (Firul TV). Terbang dari Medan ke Jakarta, dilanjutkan ke Surabaya dan dijemput FRPB dan RAPI Pamekasan dan bermalam di Surabaya pada hari jumat.

Derai air mata tak lagi dibendung tatkala Pak Mono turun dari mobil relawan yang membawanya. Rasa haru, kebahagian yang sangat mendalam menembus angkasa.