PAMEKASAN, MaduraPost – Aksi demonstrasi yang digelar gabungan mahasiswa dari Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pamekasan dan pedagang kaki lima (PKL) di depan kantor DPRD Pamekasan berujung ricuh, Jumat (31/1).
Massa yang kecewa dengan kebijakan pemerintah terkait penertiban PKL membakar ban bekas hingga gerobak dagangan sebagai bentuk protes.
Sejak pagi, ratusan demonstran berangkat dari Monumen Arek Lancor menuju kantor DPRD dengan dikawal mobil polisi. Mereka menuntut agar penertiban PKL dilakukan secara adil, tanpa tebang pilih.
"Kenapa cuma kami yang ditertibkan, sementara yang lain dibiarkan?" teriak Cipto Rahman, salah satu perwakilan PKL.
Saat massa tiba di depan gedung DPRD, suasana mulai memanas. Orasi yang awalnya damai berubah menjadi aksi saling dorong antara demonstran dan aparat kepolisian.