Banyak kontraktor di Kabupaten Pamekasan yang mengeluh karena tidak mendapat bayaran atas jasa kontruksi yang dikerjakan. Padahal pekerjaan sudah selesai sejak desember 2022.
"Hal seperti ini tidak pernah terjadi di Kabupaten Pamekasan, Hanya terjadi pada era Bupati Baddrut Tamam," Jelas JS (Inisial), Salah satu kontraktor yang belum mendapat bayaran.
JS menduga Kabupaten Pamekasan mengalami divisit anggaran disebabkan karena terlalu banyak APBD yang digunakan untuk branding Bupati Baddrut Tamam.
"Kayaknya Bupati lebih penting mbrending ditinya sendiri, Daripada membangun Kabupaten Pamekasan," Imbuhnya.