“Santri dulu berjuang dengan bambu runcing, santri sekarang berjuang dengan ilmu dan akhlak. Tapi tujuannya sama, menjaga keutuhan bangsa,” tambah Ra Mahfudz yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Sampang dengan penuh semangat.

Delapan dekade telah berlalu sejak Resolusi Jihad dikumandangkan. Namun semangat itu masih menyala di dada para santri Madura. Dari surau-surau di pelosok desa hingga pesantren besar di kota, mereka terus melanjutkan perjuangan para pendahulu—menjaga agama, bangsa, dan nilai kemanusiaan.