NU berdiri di atas pengorbanan, bukan kehormatan. Siapa pun yang mengemban amanah ini harus siap melayani, bukan dilayani,” tegasnya.

Ia menambahkan, pengurus baru harus membawa energi segar untuk Sokobanah. “NU tidak boleh hanya ada dalam papan nama, tapi harus hidup di sawah, masjid, sekolah, dan rumah warga,” katanya.

Ketua MWC NU Sokobanah terpilih, Ustaz Jumali Fadli, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Ia menyebut, sekitar 20 persen pengurus lama tetap dipertahankan untuk kesinambungan organisasi, sementara selebihnya diisi kader muda yang siap berkhidmat.

“Kami ingin NU Sokobanah menjadi pelopor gerakan sosial-keagamaan. Tak hanya memperkuat aqidah, tapi juga meningkatkan kesejahteraan umat. Kita harus bergerak satu komando, satu tujuan,” ujarnya.

Pelantikan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.30 WIB, mencakup pengesahan pengurus lembaga di bawah MWC NU. Di akhir acara, wajah-wajah kader muda NU tampak penuh semangat. Tekad mereka satu: melanjutkan perjuangan ulama, menjaga aqidah, dan menegakkan panji Nahdlatul Ulama di bumi Sokobanah.