“Saya tidak tahu pasti untuk Porprov berapa. Yang lebih tahu itu pihak KONI,” ujarnya singkat.
Sementara itu, Ketua KONI Sampang, Abdul Wasik, belum memberikan jawaban komprehensif saat dikonfirmasi. Ia hanya menyampaikan bahwa dirinya masih fokus pada pemenangan atlet di ajang Porprov.
“Saya dan tim masih fokus pemenangan atlet. Maaf,” tulisnya melalui pesan singkat.
Minimnya transparansi penggunaan dana dan buruknya fasilitas yang diterima atlet menjadi ironi di tengah semangat membangun prestasi olahraga daerah. Ketika para atlet dituntut membawa nama baik Sampang di pentas provinsi, mereka justru harus bertanding dengan kondisi yang jauh dari layak.