"Pernah pak masuk ke dapur orang kampung disini. Kami semua merasa takut," sambungnya lirih.

Menurut Busri, hingga saat ini tidak ada bantuan dari Pemerintah Kabupaten Sampang untuk makanan kera-kera yang berada di Hutan Nepa tersebut.

"Dulu sebelum corona pernah ada pak bantuan makanan untuk kera, tapi setau saya sekitar 5 tahunan ini tidak ada lagi," tambahnya.

Setelah masuk ke hutan tersebut kurang lebih sekira 500 meter kami bertemu dengan perempuan tua yang sedang membersihkan sampah di dalam Hutan Nepa tersebut. Sebanyak 8 orang perempuan tua tampak memegang  sapu. Kepada MaduraPost dan jurnalis lainnya mereka menceritakan kalau dirinya bersama yang lain melakukan bersih-bersih karena dorongan dari hatinya sendiri. Tak ada upah yang ia dapat dari membersihkan sampah-sampah yang ada di dalam hutan tersebut.

"Suka rela pak, tak ada gajinya," ucap Rohemah, wanita tua yang menjadi relawan bersih-bersih di area tersebut.

"Kami melakukan ini murni karena panggilan hati. Dan kami bersih-bersih seminggu sekali," tambahnya.

Tanggapan Kadisporabudpar Sampang

Sementara itu saat media ini melakukan konformasi kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang Marnilem, pihaknya mengatakan kalau anggaran untuk kera di Nepa memang tidak ada.

"Tdk ada mas," ucapnya saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp, Selasa (14/05/2024).