Pulau Mandangin memiliki keindahan bawah laut yang sangat berpotensi dikembangkan menjadi destinasi wisata. Mahasiswa dari berbagai kampus melakukan eksplorasi dan konservasi terumbu karang. Potensi tesebut bisa dikembangkan menjadi destinasi wisata yang dikolaborasikan degan potensi lainnya.

Pendidikan

Sarana dan prasarana pendidikan di Pulau Mandangin sebenarnya cukup memadai. Terdapat 15 lembaga pendidikan, mulai dari SD atau MI hingga SMA atau MA. Namun, masalah yang kerap dihadapi adalah kurang optimalnya kegiatan belajar mengajar (KBM) lantaran mayoritas guru yang mengajar berasal dari wilayah daratan. Akibatnya, mobilitas tenaga pendidik itu bergantung pada transportasi laut.

Mobilitas guru menyesuaikan dengan jadwal kapal pagi hari dan siang hari. Kondisi tersebut berdampak pada optimalisasi kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, butuh solusi dari pemerintah agar peserta didik di Pulau Mandangin mendapat layanan pendidikan yang baik. Kondisi kelistrikan juga berdampak pada optimalisasi kegiatan pembelajaran. Mengingat, listrik di pulau ini belum bisa menyala 24 jam.