“Yang dokter umum itu orang Arjasa tapi dia ditempatkan di Batuan. Kemudian yang dokter gigi itu orang daratan yang ditempatkan di pulau (Arjasa, Pulau Kangean),” kata dia pada sejumlah media, Rabu (1/6).
Sekda Edy menyesalkan langkah pengunduran kedua CPNS secara tiba-tiba itu. Sebab, sejak awal para calon abdi negara itu telah berkomitmen untuk di tempatkan di mana saja.
Pihaknya hanya bisa berharap, ke depan tidak ada lagi hal serupa yang terjadi. Sehingga, kuota yang diberikan bisa terisi penuh.
Diketahui, belakangan ini fenomena CPNS memundurkan diri memang menjadi isu nasional. Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat, CPNS yang memundurkan diri hingga saat ini mencapai 100 orang.