Menurutnya, Desa Aeng Tong-tong memiliki budaya dan kearifan lokal yang tidak dimiliki daerah lain, yakni sebagai desa penghasil keris yang diakui oleh UNESCO.

“Saya yakin Aeng Tong-tong bisa bersaing di ADWI, karena desa ini memiliki sekitar 900 empu yang berprofesi sebagai pembuat keris,” ujar Mantan Kepala Dinas Sosial ini.

Diketahui, keris yang dihasilkan para empu Desa Aeng Tong-tong ini sudah diekspor ke mancanegara. Saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan Desa Aeng Tong-tong untuk menuju proses selanjutnya, yakni Anugerah Desa Wisata Indonesia ke tahap 7 besar.

“Makanya, juri dan Kemenparekraf RI memasukkan Desa Aeng Tong-tong ke 50 besar,” terangnya.