"Sementara Kades itu sebagai pimpinan penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Pemdes) diharapkan menjadi figur yang peka terhadap segala sesuatu yang terjadi di masyarakat untuk mewujudkan tatanan kehidupan masyarat adil makmur yang di ridhoi Allah SWT," lanjutnya.
Adi juga menjelaskan, kalau masyarakat itu merupakan subyek untuk menentukan figur pemimpin di Desa dan bukan sebagai obyek yang mudah dipengaruhi. Karena ucap dia, masyarakat punya akal pikiran dan hati nurani.
"Masyarakat itu jangan sampai mudah dipengaruhi dengan politik uang atau sesuatu yang sifatnya sementara, dan Kades yang terpilih nantinya akan memimpin dan menjalankan roda organisasi Desa kedepan," jelasnya.
Kemudian Adi juga mengatakan, kalau Pilkades itu merupakan sarana pendidikan politik masyarakat. Dalam arti sempitnya sebut Adi, pendidikan politik dapat diartikan sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat.