"Apabila tidak ada tanda-tanda ditemukan, maka sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan akan dihentikan, tetap semangat semoga ada keajaiban," kata Widiarti menerangkan.

Widiarti menyebut, pencarian korban dipusatkan di hilir saluran air. Pertama fokus di saluran air disisi selatan dan utara jembatan terakhir yang menuju aliran sungai Saroka, dengan cara membersihkan tumpukan sampah yang bercampur lumpur.

Kedua, di sekitar Dermaga sungai Saroka dan sepanjang pesisir sungai Saroka, fokus di area pohon magrove. Ketiga, Tim Basarnas melaksanakan pencarian dengan menyisir di sungai Saroka dan perairan Tanjung.

"Informasi yang kami terima, bahwa masyarakat meminta Polres Sumenep untuk mendatangkan anjing pelacak. Hal itu dari hasil koordinasi dengan Forpimka, Pemdes serta Tim pencarian (Basarnas, Damkar dan BPBD) sebagai bentuk upaya pencarian maksimal," kata Widiarti menerangkan.