Terpisah, Pengasuh Ponpes Hidayatul Ulum Utara, KH Qusyairi Zaini mengungkapkan, jika pecandu narkoba yang direhabilitasi di Ponpesnya itu sudah ada sejak tahun 2020 dan berjumlah 28 anak.

Diantaranya 8 anak sudah pemulihan sembuh dan dikembalikan kepada keluarganya. Sementara, sisanya 20 anak masih berada di asrama rehabilitasi narkoba.

“Kami bersedia sebagai Ponpes rehabilitasi narkoba bagi anak-anak ataupun remaja, demi menjaga dan menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Karena efek narkoba bisa memunculkan kejahatan lainnya di masyarakat,” kata KH Qusyairi mengungkapkan.

Dia menjelaskan, mendidik para pecandu narkoba tidaklah mudah, sebab dibutuhkan penanganan khusus dari pada santri biasa. Namun, berkat usaha dan niat yang tulus, salah satu anak yang sebelumnya sama sekali tidak bisa membaca Al-quran, kini sudah khatam bahkan sebanyak tiga kali.

“Alhamdulillah, anak-anak yang direhabilitasi sudah sembuh dan mulai insyaf,” kata alumnus UINSA Surabaya ini.