“Sejak tanggal 27 Desember, Kiai, meski kepengurusan PBNU belum terbentuk, sudah banyak Duta Besar negara-negara sahabat yang ingin datang ke PBNU. Tapi belum bisa saya temui. Hanya beberapa saja yang bisa ditemui. Bahkan, kemarin sempat sehari dua Duta Besar yang datang ke PBNU. Dubes tertarik untuk datang, karena diarahkan pemerintahan masing-masing untuk berbicara dengan NU terkait permasalahan global, seperti runtuhnya tertib internasional,” tutur Gus Yahya.
Lebih satu jam pertemuan itu berlangsung santai dan penuh canda. Agenda ditutup pembacaan doa oleh Kiai Muddatstsir.