“Itu akan merusak mental orang dan agama, juga sudah jelas melarang. Kan video itu akan terus menyebar,” kata dia menegaskan.

Oleh karenanya, pihaknya mengajak warga Sumenep agar kembali pada ajaran agama untuk tidak melakukan perbuatan yang dilarang.

"Perilaku tidak baik, diakui akibat banyak faktor. Bisa terjadi karena pengaruh lingkungan atau juga faktor ekonomi. Dan bisa saja karena didorong oleh sebuah keinginan sehingga ingin mengulangi lagi,” kata dia lebih lanjut.